Wednesday, January 11, 2012

Tahun 2012 saya mau jalan-jalan ke . . . .


yang deket-deket dulu aja : 
  1. Yogyakarta. Acara yang kepending sejak November 2011. Mau main-main sama Eyang, hehehe...
  2. Surabaya. Main-main ke KBS, taman hutan bakau, sama wisata heritage dll. Pokoknya semua yang diceritain sama @frenavit selama acara #OblongMerahMuda kemarin itu saya mau banget :D
  3. Palembang. Nengokin De' Tita sama De' Putri. Kalo bisa sekalian ketemuan sama Gopar
  4. Makasar. Main aja
  5. Lombok. Sama, alasannya main aja.
  6. . . . .nanti ditambahin lagi.

simpelnya, tahun ini harus lebih banyak jalan-jalan daripada tahun kemarin :D.

ikut yuk?


Sebatas Maya

Mungkin memang begini caranya mengagumimu. Tidak pernah tahu namamu walau beberapa kali bertemu. Tidak pernah bicara panjang lebar, hanya sekedar bertanya tentang buku paling baru atau lagu apa yang sedang kau dengarkan sekarang. Selebihnya, kita mencoba tenggelam dalam kesibukan masing-masing yang sebenarnya lebih terlihat seperti mencoba menutupi keinginan untuk bicara.

Padahal mungkin, ada banyak yang bisa kita bicarakan. Ada lebih banyak tawa yang bisa kita bagi. Ada hubungan pertemanan yang bisa kita jalin. Teman dalam arti yang sebenarnya. Berbagi ide dan cerita, nonton konser bersama, ngobrol hingga gelas kopi kesekian. Bukan sekedar berteman dalam dunia maya.



Tapi tak apa kalau memang ini satu-satunya cara kita bisa bertemu. Sekedar tahu kabarmu dan beberapa rencanamu, aku rasa itu cukup.

Kita berteman sekarang?


Foto: weheartit.com yang kemudian di edit

Saturday, December 17, 2011

bad break up

Dalam sebuah hubungan yang tidak berakhir dengan baik-baik, sebuah kenangan manis pun akan terasa pahit. Sementara, kenangan pahit biasanya akan lebih menyakitkan lagi.


Pertanyaannya: kenapa begitu ya?

Saturday, December 10, 2011

This Is Awesome - Lakon Animasi


Lakon Pada Suatu Ketika from lakonanimasi on Vimeo.

Kalau saya lebih mengomentari detailnya (urat nadi, gerak air, asap rokok dari asbak segitiga, gerak tali mainan), @pakzam melihat video ini sangat "Indonesia" dari mainan gareng-petruk, poster Iwan Fals, dan mangkok mi gambar ayam. Bener juga :D

Apapun itu, komentar kami berdua sama : video ini baguuuus sekali :)

Monday, December 05, 2011

Main-Main ke Kedai Sinau


Rabu kemarin (30/11) adalah kedua kalinya main ke Kedai Sinau. Pertama kali ke sini waktu pulang rapat bloggerngalam, sekalian nganterin Nana. Tadinya gak niat mampir, tapi karena udah di tkp dan emang udah lama pengen main ke sana jadinya ya mampir deh. Yang awalnya niatnya cuma sebentar, akhirnya malah lama karena muter-muter dari rak satu ke rak lainnya.

Kedai Sinau ini dulunya ada di deket rumah. Kalo nggak salah baru sekitar awal tahun ini pindah ke daerah Wilis. Dulu tempatnya kecil mungil, sekarang udah lebih gede, gabung sama Indonesian School Of Photography. Tau toko buku murah meriah di Wilis itu kan? Nah Kedai Sinau ini ada di seberangnya, belakangnya Toko Buku Dian Ilmu.

Seperti kata Mas Gum, buku-buku yang dijual di sini emang agak 'kiri'. Ada beberapa buku-buku dengan judul yang nggak mungkin terbit di masa Orde Baru. Di deretan buku sospol ada buku "Sejarah Alternatif Indonesia", di rak buku belakang kasir malah ada buku Antropologi Marx. Eh tapi buku-bukunya  Kedai Sinau nggak semuanya serius kok, novel-novel pop macam Negeri 5 Menara dan Ranah 3 Warna juga ada. Buat anak desain, di sini juga banyak buku dan majalah referensi tentang desain. Kalo gak salah inget, kayaknya kebanyakan tentang desain grafis. Yang jelas, buku-buku di Kedai Sinau biasanya gak ada di toko buku gede.

Di rak bagian majalah malahan ada komik Gundala Putera Petir yang ternyata sampul baliknya ada komik gambar cewek montok, persis kaya lukisan di bak truk. Gak jauh dari rak ini ada juga DVD on sale yang sebagian besar DVD konser macam Radiohead, Oasis, dan musik-musik tahun 80-90an gitu. Kayaknya pengelolanya Kedai Sinau emang orang-orang angkatan 80-90an :D.

Di bagian tengah dan belakang ada meja-kursi buat ngopi-ngopi. Cocok nih kalo mau ngopi-ngopi lucu sambil diskusi mikirin invasi alien*. Udah gitu pilihan menunya banyak, murah, dan ada menu jamu, haha!. Harga minuman mulai dari Rp 3.500 - Rp 65.000 (Kopi Luwak). Kopi-kopi lokal kaya' Kopi Jawa, Papua, Bali, Toraja Aceh harganya mulai dari Rp 7.000. Tapi aku lupa tanya, ada Kopi Sido Mulio/Sido Mukti, kopi legendaris Malang itu atau enggak.

Namanya aja toko buku, tentu saja yang dibeli adalah buku. Udah ngincer 3 buku: Seno Gumira Ajidarma - Sebuah Pertanyaan Untuk Cinta, Raden Saleh; Anak Belanda Mooi Indie & Nasionalisme, dan satu buku agenda lucu yang covernya beludru item. Dari tiga buku itu, yang buku agenda belum jadi kebeli gara-gara buku diary di rumah stok halamannya masih banyak. Cuman memang bukunya lucu sih, bikin semangat nulis :D. Kemarin  akhirnya beli yang Raden Saleh. Thanks to Nana, karena sebenernya ada temennya yang juga mau beli buku ini tapi karena keburu 'diselamatkan'  jadinya buku ini jatuh ke tangan saya, hehe..

Oiya, yang lucu lagi dari Kedai Sinau, di sini 'kreseknya' diganti sama tas kertas koran. Waktu saya ke sana, stok tas kertasnya lagi habis jadi nungguin Mas kasirnya bikin tasnya dulu. Gak pake tas gpp sih sebenernya, cuma karena di sana kebetulan muterin Foo Fighters - Walking After You, jadi nunggu bentar gpplah. Dengan telaten Mas kasir yang manis ini bikin tas kertas dan hasilnya rapi lho..


Yang di pojok kiri bawah ini nih tas kertas korannya. Lucu ya? :D. Ya sudah gitu aja cerita main-main ke Kedai Sinau-nya. Kapan-kapan kalo jadi diskusi serius mbahas alien, piramida Garut dan mesin waktu di sini, akan saya ceritakeun. Dadaaah...

*kenapa alien? ya kenapa tidak?

Sunday, November 06, 2011

Ketika Sara Bareilles dan Ingrid Michaelson berduet . . .

Dua-duanya adalah salah dua dari penyanyi favorit saya. Sara Bareilles jago bikin lirik yang simple tapi powerful. Meskipun ada lagu yang mellow, tapi liriknya nggak menye-menye-putus asa-penuh iba. Kalo ngeliat video-videonya di Youtube dan baca cerita dari yang pernah nonton langsung Sara Bareilles, di panggung, dia sangat ramah dan komunikatif sama penonton. Gimmick-nya juga bikin penonton merasa dekat dengan Sara. Soal penjiwaan, Sara termasuk penyanyi yang penjiwaannya bagus, baik itu waktu dia bawain lagunya sendiri atau lagu orang lain. I Still Haven't Found What I'm Looking For-nya U2 diobrak-abrik jadi lagu yang bisa dipake joget. Yellow-nya Coldplay juga jadi nggak kerasa Coldplaynya sama sekali. Semua jadi 'Sara Bareilles' banget.

Lalu Ingrid Michaelson. Musik folk-nya 'enteng', cuma modal gitar dan 'keplok-keplok', bisa tuh dinyanyiin rame-rame sama temen-temen kalo lagi ngumpul. Lagu-lagunya juga ceria, bukan lagu galau yang bikin pengen iris nadi kalo didengerin.

Tapi ketika mereka berduet, kenapa malah bikin lagu mellow sih?



Wednesday, October 19, 2011

Tolong berhenti.


Tolong berhenti bilang kalau kamu kangen.
Berhenti bertanya aku sedang apa, kenapa tidak membalas sms atau sapaanmu di messenger.
Berhenti menyapaku setiap pagi dengan pesan  "Pagi sayang" atau mengantarku tidur dengan "Met istirahat sayang".

Berhenti bilang "i love you so much".

Bukan aku yang mau kamu nikahi bulan depan.

Sunday, October 09, 2011

Sunday morning means...

making my own cup of tea
reading newspaper 
fill the crossword puzzle
and having 'apem' for breakfast, horay!


15 hours to Monday
enjoy Sunday while it last
have a good day, everybody!