"Gelap adalah..."

"Gelap adalah teman setia dari waktu-waktu yang hilang"

Lirik di atas adalah potongan lirik lagu dari Efek Rumah Kaca - Sebelah Mata. Termasuk salah satu lagu yang sejak pertama kali mendengarnya, saya langsung suka. Padahal ngerti liriknya aja enggak. Ya maksudnya bisa saja pemahaman saya tentang liriknya berbeda dengan maksud ERK waktu bikin lagu ini. Tapi nggak masalah kan?.

Diangkat dari kisah nyata Adrian, sang bassist, yang mengalami gangguan penglihatan, lagu ini memang moodnya sendu dan gloomy, tapi bukan lagu cengeng. ERK mana pernah sih bikin lagu cengeng?. Bukan lagu sedih yang kemudian mengiba dan merengek-rengek, tapi lagu sedih yang malah menyiratkan ketegaran dan rasa berbesar hati untuk menerima keadaan tersebut. Nggak disebutin begitu sih di liriknya, tapi itu yang kerasa (oleh saya).

Tadinya saya tidak berencana menulis tentang ini. Tiba-tiba saja saat pikiran buntu dan kebetulan playlist sedang memainkan lagu ERK - Sebelah Mata, terpikir untuk menulis. Semakin didengarkan, semakin kagum dengan kemampuan band ini menulis lirik dan memilih nada. Semakin didengarkan, pikiran semakin kemana-mana. Semakin didengarkan, perasaan saya semakin campur aduk. Entah karena lagu ini, atau karena hal lain.



Sebelah mataku yang mampu melihat
Bercak adalah sebuah warna warna mempesona
Baut suara dibawanya kegetiran
Begitu asing terdengar...

Sebelah mataku yang mempelajari
Gelombang kan mengisi seluruh tubuhku
Terbentuk dari sel agung
Dan diabetes adalah sebuah proses yang alami

Tapi sebelah mataku yang lain menyadari
Gelap adalah teman setia dari waktu-waktu yang hilang


Comments

Popular Posts