...is it the taste or the memories?

STMJ langganan di dekat rumah rasanya masih sama sejak pertama kali Papa mengajak saya dan kakak saya ke sana, ketika kami masih SD.

Kakak saya ketika pulang kampung kemarin, sempat membeli jajanan yang dulu sering dibeli waktu kecil. Kalau waktu kecil biasanya ia beli yang ukuran kecil, kali ini ia beli ukuran besar dan ia habiskan sendirian.

Menurut Mama saya, hot dog di Toko Andalas juga rasanya tidak berubah sejak Mama kuliah. Pembuatnya pun masih sama, seorang bapak tua yang selalu stand by di pojokan toko.

Saya masih ingat rasa kuah bakso di kantin SD saya. Bukan hanya rasa kuahnya, bahkan aroma khusus yang tercium ketika masuk ke kantin bakso pun saya masih hafal.

Sampai sekarang kami masih sering membeli makanan/minuman tersebut. Kecuali soal kantin bakso di SD saya karena memang sudah banyak berubah. Ketika beberapa hari lalu saya beli STMJ di dekat rumah, saya jadi bertanya: Kenapa kami masih suka dengan makanan/minuman tersebut? Apakah karena rasanya yang memang enak atau karena kenangan yang tak sengaja ikut tergali?

Entahlah :D.


Menurutmu?

Comments

Popular Posts