-bersambung-

Tiba-tiba saya teringat kata-kata Soe Hok Gie dalam buku Catatan Seorang Demonstran:
"Seorang filsuf Yunani pernah berkata bahwa nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan tersial adalah umur tua"
@zenrs pernah menyebutkan nama filsuf yang dikutip Gie di salah satu twitnya tapi saya lupa.

Saya ingin bertemu filsuf Yunani tersebut. Mengajaknya ngobrol santai sambil makan kacang atau gorengan dan minum teh kalau dia doyan. Terus terang saya penasaran, apa yang membuatnya bisa menyimpulkan pernyataan demikian. Ada kebahagiaan seperti apa di balik bayi-bayi yang tidak pernah tahu arti kehidupan itu?. Kesialan apa yang dialami si 'umur tua' sehingga membuat ucapan 'panjang umur' di acara ulang tahun terasa kontras?.

Benarkah nasib terbaik adalah tidak dilahirkan?


-bersambung-

Comments

yudha said…
yang kedua : "dilahirkan, tapi mati muda"
oh iya, makasi koreksinya :D
yudha said…
makasi tok? -_-
traktir burger!

Popular Posts