Film Coldplay: A Head Full of Dreams

Tadinya saya pikir, film Coldplay: A Head Full of Dreams adalah liputan konser A Head Full of Dreams seperti yang pernah mereka buat sebelu...

Marhaban ya Ramadhan

Mohon maaf lahir dan batin. Selamat menunaikan ibadah puasa, semoga Allah SWT menerima puasa kita dan menjadikan kita dalam keadaan suci dan termasuk orang-orang yang mendapatkan kemenangan. Amien

Selamat Ulang Tahun Indonesia


17 Agustus 1945 - 17 Agustus 2009



Saya memang tidak mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi Indonesia, tidakjuga di titik terdalam laut Indonesia. Saya hanya mengibarkan bendera merah putih di tiang bendera di depan rumah, satu tiang penuh. Semoga itu cukup. Karena yang terpenting adalah membawa semangat juang merah putih dimanapun kita berada. Membangun bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar karena menghargai jasa para pahlawannya. Membangun bangsa Indonesia sebagai bangsa yang tidak takut, terus berjuang, dan tidak menyerah.

Pilih sendiri perjuanganmu untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik.


Selamat Ulang Tahun, Indonesia..
lama ga motret, tadi di flickr nemu ini . mupeng beraaat.. pengen bisa motret kaya gitu. soft dan komposisi warnanya bagus. huhu....

jarak

kenapa kita harus berjauhan untuk merasa dekat?
kenapa terasa asing, padahal kita begitu dekat?

Sandy Sondoro

Siapa itu Sandy Sondoro?

Wah saya juga baru tau. Pertama kali tau tentang Sandy Sondoro dari twitternya Rolling Stones Indonesia, link ke artikel ini. Karena penasaran, saya cek You Tube buat nyari videonya. Ada beberapa video performance Sandy Sondoro, dan semuanya (yang udah saya liat) keren banget!. Silahkan di cek deh, ini salah satunya waktu di Ceriwis. Suaranya berat dan serak-serak basah. Seperti campuran antara Bryan Adams dan Michael Bolton.

Seperti yang diberitakan di sini, Sandy Sondoro sedang mengikuti NEW WAVE 2009, kontes penyanyi pop internasional terbesar dan terpopuler di Latvia dan Erop Timur. Karena penampilannya yang memukau, sejak awal Sandy memang sudah jadi favorit para dewan juri di kontes ini.

Sayang ya, dari Indonesia cuma bisa ngirim do'a. Kalo bisa vote lewat webnya, saya pasti udah vote dia. Anyway, sukses yah Sandy, titip nama Indonesia di sana, God bless you...


His official website is here

August Rush, again..





Kemarin malam saya nonton August Rush di World Cinema, Metro TV. World Cinema ini memang salah satu acara favorit saya di Metro TV karena selalu nayangin film-film bagus yang biasanya jarang ditayangin. Sebelumnya di World Cinema ada Le Grand Voyage ama Kill Me.

Mari kita bahas filmnya:
August Rush bercerita tentang Evan Taylor, seorang anak kecil yang memiliki keahlian dalam bidang musik. Ibunya, Lyla Novacek, adalah seorang pemain cello, dan ayahnya, Louis Conelly, adalah seorang gitaris muda yang kharismatik. Kakeknya memisahkannya dari orangtuanya sejak lahir secara diam-diam. Ibunya baru tau Evan hidup setelah sebelas tahun kemudian, sementara ayahnya justru tidak tahu kalau ia punya anak. Lyla dan Louis sendiri berpisah keesokan harinya setelah mereka bertemu.

Sebelumnya Evan tidak pernah belajar bermain alat musik. Tetapi ketika ia bermain gitar dan piano untuk pertama kalinya, ia justru dapat memainkannya dengan teknik luar biasa. Keahliannya membuat seorang pekerja sosial, Terrence Howard, mengubah namanya menjadi August Rush, untuk mengambil keuntungan darinya.

Walaupun belum pernah bertemu dan melihat wajah orang tuanya, ia percaya bahwa orang tuanya mendengar nada-nada yang ia mainkan, dan suatu saat mereka pasti akan bertemu.

Menurut saya, film ini :
Mengharukan. Walaupun sebenarnya kurang dramatis.
Saya berharap ada adegan dimana ibu, ayah dan anak ini saling menemukan. Atau paling tidak, ayahnya tahu kalau ia punya anak, anaknya masih hidup, dan anak itu adalah pengamen jalanan yang pernah ia temui sebelumnya.

Beneran deh, kalo temen-temen nonton film ini, pasti sepakat kalo film ini seharusnya ga selesai secepat itu. Mungkin sengaja dibikin gitu biar pada gregetan kali ya, (kaya saya).. .

Soundtrack film ini diisi oleh Jonathan Rhys Meyers, Steve Erdody, Kaki King, John Legend, John Ondrasik, dan beberapa musisi lainnya. Sedangkan untuk scoring film, dipercayakan kepada Mark Mancina. Mantap.

Secara keseluruhan, walaupun ada beberapa konflik yang terasa tidak penting di film ini, film ini masih jadi salah satu favorit saya. Akting OK, cerita lumayan, scoring OK, soundtrack OK. 4/5.