Kelabu
Favorit Baru: Kolam Renang Tirta Buana (Rampal) Malang
Bateeq Lounge, Co-Working Space Baru di Atria Hotel Malang
Nongkrong Murah Meriah di Aston Inn Batu Malang
Pengisi Daya
Aku selalu bilang pada diriku sendiri, bahwa mencintaimu ini sebenarnya urusan mudah. Kamu mungkin tidak menyadarinya, tapi setiap berada d...
Pengisi Daya
Aku selalu bilang pada diriku sendiri, bahwa mencintaimu ini sebenarnya urusan mudah.
Kamu mungkin tidak menyadarinya, tapi setiap berada di dekatmu semua hal yang terasa berat dihadapi rasanya menjadi mudah dan masuk akal.
Mungkin itu sebabnya aku butuh bersamamu berlama-lama.
Kamu menghadirkan kekuatan yang tidak kupunya meskipun sudah kucoba cari kemana-mana.
Kamu adalah pengisi daya terbaikku.
Selain tidur tentunya.
Tapi yang tidak kusadari adalah, oh bukan.. tidak begitu. Bagaimana mungkin aku tidak menyadarinya.
Aku sudah menyadarinya sejak awal tapi aku yang memang ingin menggantungkan semuanya padamu.
Kamu ini tidak bisa kumiliki.
Ah lagi-lagi kisah klise, cinta pada sesuatu yang tidak bisa kumiliki.
Kamu adalah milik semua orang. Seperti matahari yang selalu dinanti.
Kamu cukup hadir, memberi kehangatan, lalu aku dan yang lain akan merasa senang.
Sayangnya, seberapa keras aku ingin memilikimu, aku tahu kamu tidak bisa dibagi.
Bisa saja sebenarnya, tapi itu hanya menyulitkan hidupmu.
Sudah benar kamu di sana. Jauh. Seperti matahari.
Tidak perlu terlalu dekat karena aku yang akan terbakar.
Kelabu
Dulu masuk rumah ini serasa rumah milik sendiri. Datang, lepas sepatu dan kaos kaki, cuci tangan kaki di kamar mandi samping, lalu duduk santai di ruang televisi. Meski kali ini kami menjalani ritual yang sama, namun entah mengapa detak jantungku tak karuan seolah semua ini baru pertama kalinya.
Sebenarnya 10 tahun lalu, aku sempat berkantor hanya selemparan kolor dari rumah ini. Pernah terbayang bahwa kami akan sering curi-curi waktu untuk sekadar bertemu atau makan siang bersama, tapi hingga saat ini wacana itu tetaplah wacana.
Sungguh sangat disesalkan bahwa ternyata harus kabar dukalah yang memberi jalan untuk bertemu kembali di rumah ini.
Sandal dan sepatu berserakan di tepi teras meskipun di depan garasi ada rak sepatu untuk tamu, sama seperti dulu. Bedanya kali ini di rak tersebut ada sandal dan sepatu ukuran anak-anak. Dinding krem ruang tamunya juga sudah mulai terisi coretan krayon, pertanda bahwa hidup kami sudah berjarak jauh dari masa putih abu-abu.
Ia mencoba mencairkan suasana dengan bercerita bahwa anaknya sekarang sudah tiga, anak yang pertama baru saja ujian online, anak kedua sedang cerewet-cerewetnya, sedangkan si bayi sedang belajar duduk. Setidaknya, ada senyum di wajahnya meskipun matanya berkata lain.
Persis seperti saat dulu ia memelukku, menguatkan aku ketika kehilangan dan merasa tidak tahu bagaimana harus menjalani hari esok. Aku ingin ia tahu bahwa aku masih ada untuknya, seperti ia pernah selalu ada untukku.
![]() |
Photo by Sam Willis from Pexels |
Corona sucks
![]() |
I miss playing outside © pexels.com |
Selama karantina, hiburan yang saya anggap mewah seperti streaming film sambil goler-goler ternyata harus turun kasta jadi hiburan harian. Saya rindu ke bioskop, beli tiket last minute, dan sedikit
Main kejar-kejaran sama anak yang biasanya hanya bisa sebentar setelah jam kerja, sekarang justru bisa dilakukan sepanjang hari-setiap anaknya minta. Rasanya lucu juga karena selama ini saya juga kerja dari rumah. Lalu ketika balik ngantor dan balik kerja dari rumah lagi, rutinitasnya terasa berbeda.
Resep-resep yang selama ini hanya disimpan, satu per satu mulai dicoba. Meskipun belum sempurna tapi cukup menumbuhkan rasa percaya diri bahwa semua orang pasti bisa memasak, termasuk saya.
Ngomong-ngomong, ada sedikit perubahan yang saya rasakan belakangan ini. Saya jadi lebih gampang memuji orang, hehe. Ini berlaku di WhatsApp atau Instagram. Kalo dulu saya mo muji orang aja mikir, takut dianggap aneh, sok kenal, atau pansos (?). Tapi belakangan saya ga mikir dua kali untuk memuji orang lain apalagi temen-temen yang saya kenal. Apa aja saya puji: foto masakannya, foto kucingnya, foto bajunya, brosnya, cerita-cerita absurdnya, upload-an lagu Spotifynya. Banyak lah.
Mungkin jadi terkesan spamming, tapi ya bodo amat. Saya cuma mau mengapresiasi aja. Mungkin saya cuma bosan dan memuji mereka ternyata membuat saya merasa lebih baik dan ikut bersemangat. Mungkin juga saya takut kalo saya ga punya waktu banyak untuk bisa memuji karya-karya mereka.
Bahkan ke hal-hal sepele yang mereka lakukan untuk saya pribadi pun bisa saya ucapkan terima kasih habis-habisan. Entah. Moodnya lagi begitu.
Bikin mikir juga, kenapa sebelum-sebelumnya saya ga kayak gini ya? Padahal rasanya menyenangkan sekali. Mungkin ini bisa jadi kebiasaan baru yang akan saya pertahankan kalau Corona ini berakhir. Plus bonus saya mungkin akan lebih sering memeluk dan minimal cipika cipiki dengan mereka. Janji.
Kamu sendiri, ada perubahan apa selama masa karantina?
Segini dulu deh curhat saya selama Corona. Agak sedih juga postingan pertama tahun 2020 ternyata isinya pandemi.
Kamu sehat-sehat selalu ya, lain kali kalo kita ketemu, i want to hug you. i love you. stay alive :*
Apa yang Paling Menyedihkan dari Kematian?
Rencana-rencana yang belum terwujud,
Kewajiban yang belum tuntas,
Hak yang belum diterima,
Pelukan yang terlalu singkat,
atau hidup yang rasanya tidak akan pernah sama lagi?
Ternyata Selai Srikaya Itu . . .
Jadi pengen sarapan roti srikaya deh...
Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini
Nanti aku ceritain kenapa film ini bagus.
Meskipun aku sendiri sebenernya gak terlalu relate sama kisah si sulung, anak tengah, atau bungsu yang ada di film ini, film ini tetep bagus.
Memikat dengan caranya sendiri.
***
Nanti aku ceritain kenapa aku mau nonton film ini sampe tiga kali.
Mungkin karena adegan Angkasa nyetrika baju.
Mungkin karena sosok Ayah ngingetin aku sama Oka Antara waktu main di Hari untuk Amanda.
Mungkin karena Niken Anjani cakep banget. Susan Bachtiar juga.
Mungkin karena diemnya Aurora itu sangat berbahaya.
Mungkin karena aku berharap dialog Aurora dan Ibu di teaser itu gak dihilangkan.
Atau mungkin karena ada Lika yang sesayang itu sama Angkasa.
Tapi sepertinya sih karena Kale. Kale dan Awan.
Awan yang merasa ragu tapi merasa sangat bebas ketika ada Kale.
Awan yang melakukan banyak hal pertama kali bareng Kale.
Kale yang percaya bahwa kebahagiaan itu tanggung jawab diri sendiri.
Kale yang nggak mau terikat. Dan Awan yang terus ingin mencoba.
Juga Kale dan Awan yang memberi contoh visual bagaimana sebaiknya lagu Hindia - Secukupnya bisa dinikmati berkali-kali.
Tapi serius,
Ardhito Pramono charming banget dan effortless banget waktu jadi Kale.
***
Nanti deh kita ngobrol soal NKCTHI.
Sambil pelan-pelan kita belajar menunggu lukanya kering, traumanya hilang, dan sedihnya mereda.
Nggak semua harus ada jawabannya sekarang.
Sabar, satu per satu.
Berarti Lukanya Belum Sembuh
“Bertahun-tahun saya lari dari kamu, hidup saya bebas. Damai. Sekarang kamu tiba-tiba muncul, kamu pikir saya mau ketemu kamu?”
![]() |
Pic: pixabay.com |
Favorit Baru: Kolam Renang Tirta Buana (Rampal) Malang
Oiya, ngomong-ngomong soal hiasan, kolam ini hampir ga ada unsur dekorasinya. Dari pintu masuk kita sudah disambut dengan kolam standar kompetisi ukuran 50m x 25m. Di sebelah kanan kolam dewasa ada kolam anak-anak yang dilengkapi prosotan dan ember tumpah. Desain yang sangat to the point, atau kalau bahasanya Suhay Salim, "desainnya ga berisik".
Hiasan lain (ya kalau bisa dibilang hiasan) ada satu banner yang dipajang di deket musholla. Lupa persisnya tulisannya apa, tapi isinya kurang lebih "tidak ada kata lelah dalam berlatih". Bener-bener khas prajurit banget.
Di antara kolam anak dan kolam dewasa ada beberapa gazebo tempat duduk-duduk. Kemarin saya memilih duduk di tribun agar lebih leluasa menaruh barang juga lebih teduh dan gak silau. Biar lebih tenang, kita juga bisa masukin barang ke loker yang ada di pintu masuk. Bayarnya cuma Rp 3rb aja, trus setelah itu kita dikasih kunci loker yang digelangin.
loker |
gelang dikunciin. kunci digelangin |
Untuk makanannya, di dalem area kolam renang cuma ada satu warung yang jualan. Menu yang dijual adalah menu kesayangan kita bersama: mie goreng, Pop Mie dan cilok. Ada juga kopi sasetan dan minuman botolan. Sepertinya sih bisa bawa makanan dari luar karena ga diperiksa juga waktu di depan. Warungnya juga jual pulsa all operator lho! Siapa tau kan pas lagi renang trus tiba-tiba pulsa abis jadi ga bisa pesen ojek online buat pulang?
Buat yang mau renang di sini, saya sarankan bawa perlengkapan renang yang lengkap tapi seperlunya aja. Karena di sini ga ada persewaan handuk, pelampung dan ga ada yang jual sabun, sampo atau lotion. Adanya jual kacamata renang doang untuk anak dan dewasa. Ban floating fotogenic bentuk bebek atau flamingo juga ga ada, jadi kalau mau renang sambil pemotretan pakai properti silakan bawa sendiri yak.
Terus terang, kolam Tirta Marabunta ini di luar ekspektasi saya. Habisnya beberapa kali ke tempat rekreasi yang masih di bawah dinas tertentu rasanya agak kurang terawat. Misal cat mengelupas, mainan karatan, kamar mandi ga bersih, dll.
Nah kalo di kolam Rampal ini enggak, semua serba nyaman dan bersih. Memang ini kolam baru sih, gak adil kalau dibandingkan dengan tempat rekreasi lainnya yang udah ada sejak jaman orba. Tapi boleh dong berharap semoga 10-20 tahun lagi kolamnya masih sebersih dan senyaman ini.
Dengan harga tiket yang terbilang murah yaitu Rp 15rb saja, saya memasukkan kolam renang Tirta Buana sebagai salah satu kolam renang underrated favorit saya di Malang. Jadi kalau kamu lagi di sana dan ketemu saya, bolehlah kita renang bareng lalu berbagi mie goreng.
Bateeq Lounge, Co-Working Space Baru di Atria Hotel Malang
Nah, beberapa waktu lalu, Atria memperkenalkan fasilitas terbarunya yaitu Bateeq Lounge. Dengan tagline "Eat, Drink, Co-Working Space", Bateeq Lounge ini bisa jadi solusi buat kamu yang sering bingung mau meeting di mana. Pasti pernah kan, kehabisan ide tempat untuk meeting? Bosen meeting di kafe mulu tapi gak nyaman kalo sewa meeting room, atau pengen meeting serius tapi tetep bisa nongkrong hore? Nah biar ga bingung, langsung aja ke Bateeq Lounge.
Bateeq Lounge ini terbuka untuk umum, alias siapa aja bisa ke sini, ga harus tamu hotel. Lokasinya di seberang resto Atria, ga jauh dari lobby. Dulunya Bateeq Lounge ini adalah private bar. Diutak-atik sedikit oleh dua arsitek andal, Pak Adi dari PT Paramount Propertindo dan Pak Dhedi Koesdwinanto dari PT Kamadjaya Cahya Persada, akhirnya jadilah Bateeq Lounge seperti sekarang.
Mature vibesnya berasa banget. Ada nuansa industrial yang bikin ruangan terkesan elegan dan modern, tapi tetap ada sentuhan tradisionalnya. Kapasitas ruangannya juga cukup besar, bisa menampung sampai sekitar 98 kursi. Ada sofanya juga buat yang pengen ngobrol santai, atau kalau mau suasana ngobrol yang lebih hangat, bisa pilih tempat di bar.
Pic: Atria Hotel & Conference Malang |
Buat yang mau nyobain Bateeq Lounge, yuk silakan kemari mumpung ada diskon 20% sampai setahun ke depan. Lumayan banget buat ngajak meeting vendor atau klien kan?. Selain itu kamu juga bisa belanja kain batik modern milik brand Bateeq yang ada di dekat pintu masuk lounge. Cucok buat oleh-oleh juga nih.
So, silakan tambahkan Bateeq Lounge ke daftar rekomendasi tempat meeting atau co-working space andalan kamu. Jangan khawatir, internetnya kenceng banget dan tempatnya juga tenang ga berisik. Yuk buktiiin langsung ke Bateeq Lounge!
Nongkrong Murah Meriah di Aston Inn Batu Malang
Sebagai ibuk-ibuk yang tergabung dalam beberapa grup wasap yang isinya ibuk-ibuk juga, salah satu pertanyaan yang sering muncul di grup WA adalah: “Moms, tempat meet up yang enak di mana ya? “ Kadang pertanyaannya ada buntutnya: “Kalo bisa yang viewnya bagus dan instagrammable”. Yang cukup bikin pusing adalah, ketika beberapa rekomendasi kafe dan resto sudah muncul, selalu ada request tambahan lagi: “Selain itu di mana ya?”
Makin pusing kan jawabnya :))
Karena sering dapet pertanyaan kayak gitu, saya jadi sering merekomendasikan untuk meet up atau arisan atau sekadar ngeteh dan nongkrong cantik di hotel saja. Apa nggak takut boros? Well, ternyata di hotel itu nggak selalu mahal lho.
Beberapa hari lalu saya dan temen-temen main ke salah satu hotel baru di Malang Raya, Aston Inn Batu. Aston Inn yang merupakan bagian dari grup Archipelago International (The Alana, Harper, Favehotel) pasti sudah punya standar layanan yang memuaskan.
Pemandangan dari Bellis Kitchen Hotel Aston Inn Batu - @ikiule |
Nah sekarang saya cerita dikit soal kamarnya dulu ya.
Konsep Eco Green di Aston Inn Batu
Yas. Aston Inn termasuk salah satu hotel yang sudah mulai menerapkan konsep eco green di layanannya. Jadi meskipun di kamar disediain air minum kemasan, tapi air minum kemasannya berbayar alias gak free. Sebagai gantinya, Aston Inn menyediakan dispenser di setiap koridor supaya pengunjung bebas refill air minum. Mau air anget bisa, air dingin juga bisa.Tetap disediakan air minum dalam kemasan tapi berbayar |
Saya lebih suka hotel yang nyediain dispenser gini karena gak usah khawatir malem-malem kehabisan air minum dan juga lebih hemat. Jadi kalau kamu mau nginep di sini, jangan lupa bawa botol minum sendiri ya!
Spacious room and breathtaking view
Enaknya kamar di Aston Inn Batu adalah semua kamarnya ada balkonnya. Jadi kalau pagi dan cuaca cerah, kamu bisa menikmati pemandangan gunung Arjuno atau Panderman dari kamar. Kalau malem, pemandangan gunungnya digantikan oleh city light kota Batu yang bikin kesan romantis. Uwuwuw. Cocok banget buat staycation atau perayaan wedding anniversary.Kamar Hotel Aston Inn Batu - @ikiule |
Swimming pool & gym cuma Rp 50K!
Kalau jadi tamu hotel, sudah pasti bisa berenang dan nge-gym gratis di hotel. Tapi kalau buat tamu umum, kita bisa loh berenang dan nge-gym di sini, cuma bayar Rp 50.000 aja. Udah termasuk makan, minum, handuk.Kolam renang yang bisa jadi wedding venue - @ikiule |
Kolamnya ini juga bisa dipakai untuk wedding venue dengan harga mulai Rp 30 juta untuk 200 pax. Buat yang cari rekomendasi intimate & private wedding venue, sepertinya poolnya Aston Inn Batu bisa jadi pilihan.
Angkringan “Akrab with Cak Udin”
Nah ini nih, yang saya bilang tadi kalau nongkrong di hotel gak selalu mahal. Di Aston Inn Batu ada program angrkingan yang bertajuk “Akrab with Cak Udin”. Cak Udin ini panggilan akrab chef Topan, yang karena satu dan lain hal akhirnya dipanggil Cak Udin, hehe.Menu angkringan di sini rasanya beneran kayak angkringan di pinggir jalan, tapi yang ini versi high classnya. Nasinya bukan nasi bungkusan, tapi diambil dari magic jar jadi tetep anget. Trus lauknya ada macem-macem mulai dari sate usus, bakso ikan, gorengan, ayam bacem, oseng kacang panjang, aneka sambel, dan lain-lain. Harganya? per tusuk cuma Rp 5.000 aja, nett.
Menu khas angkringan, Rp 5ribu/tusuk |
Kalau harga segini, kayaknya bukan cuma para pekerja aja yang bisa nikmatin, tapi dedek-dedek mahasiswa juga bisa.
Yang mau nyobain angkringannya, langsung aja ke Bellis Kitchen di lantai 8 setiap hari Kamis dan Jumat. Di sini ada barnya dan resto outdoornya (mau bilang rooftop tapi sebenernya ga di atap juga tempatnya), kamu bisa pilih mana yang paling nyaman.
Kalau di bagian outdoornya, kamu bisa langsung menikmati kerlap-kerlip kota Batu sambil menikmati embusan angin yang semriwing. Gak usah takut kedinginan karena area ini didesain dengan ajaib sehingga kalau siang terik ga terasa panas dan kalau malem ga bikin menggigil kedinginan. Ya kalau kedinginan, langsung aja ambil wedang jahe anget di booth angkringan. Enak to?
"Tapi masa udah jauh-jauh ke hotel makannya angkringan?"
Oh tenang. Aston Inn Batu gak cuma punya menu angkringan, ada juga BBQ buffet dinner atau paket sarapan yang harganya cuma Rp 100.000 aja. Kalau barbeque adanya hari Sabtu, cocok buat malem mingguan. Kalau mau paket dinner berdua sama pasangan juga bisa, ambil aja paket Romantic Package dengan harga Rp 250.000 udah termasuk set up menu dan dekor bunga mawar romantis.
Last but not least, tentunya ada juga paket menarik buat ibuk-ibuk penggiat arisan. Dengan harga paketan mulai dari Rp 125.000,- ibuk-ibuk sudah dapet welcome drink, set up menu dan dekorasi spesial. Buat yang pesan min 25 pax bisa dapet free 1 voucher BBQ untuk dua orang, sedangkan kalau booking untuk 50 pax bisa dapet free 1 voucher kamar. Kalau dihitung-hitung, nongkrong di hotel ga terlalu nguras dompet kan?
Kalau berminat main-main ke sana, bisa telp 0341-595555 atau WA ke 0812 3453 8908. Follow juga instagramnya di @astoninn_batu biar bisa tau lebih dulu promo terbaru dari Aston Inn Batu.
Jadi, kapan nih kita BBQan di Aston Inn Batu?
-
Sejak postingan saya yang ini , sampai sekarang belum nemu juga albumnya Yuna Zarai yang Decorate. Apalagi EPnya. Di Malang sejauh ini nggak...
-
Ini adalah kisah tentang dua orang yang saling menyayangi namun memilih sembunyi-sembunyi. Sembunyi dari perasaan mereka sendiri hingga pada...
-
gambar: mickeyarenatee.blogspot.com Kalau diberi judul, hari ini saya temanya abu-abu lahir batin. Kerudung abu-abu, kaos kaki abu-abu dan t...